Skripsi
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGENDALIAN DEMAM BERDARAH DENGUE MELALUI GERAKAN JURU PEMANTAU JENTIK (JUMANTIK) SEBAGAI BENTUK PEMBANGUNAN BERBASIS KOMUNITAS DI KELURAHAN RAWAMANGUN
Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan keterlibatan aktif masyarakat dalam upaya pencegahannya. Kelurahan Rawamangun merupakan salah satu wilayah di Kota Administrasi Jakarta Timur yang melaksanakan Gerakan Juru Pemantau Jentik (Jumantik) sebagai bentuk pengendalian DBD berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengendalian DBD melalui Gerakan Jumantik serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi masyarakat di Kelurahan Rawamangun. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teori partisipasi masyarakat Norman Uphoff yang meliputi partisipasi dalam pengambilan keputusan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam Gerakan Jumantik telah berjalan cukup baik, terutama pada aspek pelaksanaan dan pemanfaatan hasil melalui kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus, pemantauan jentik mandiri, dan dukungan terhadap Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J). Namun, partisipasi dalam pengambilan keputusan dan evaluasi masih belum optimal. Faktor pendukung partisipasi meliputi peran aktif kader Jumantik, koordinasi antar pemangku kepentingan, dan meningkatnya kesadaran masyarakat, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan akses ke rumah warga, tingginya mobilitas penduduk, dan perbedaan tingkat kesadaran masyarakat. Penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan pengendalian DBD sebagai bentuk pembangunan berbasis komunitas di Kelurahan Rawamangun.
Tidak tersedia versi lain