Skripsi
Pengaruh seleksi terhadap penempatan anggota polri pada satuan brimob polda metropolitan jakarta raya (096 SMSDM 2010 Gdg)
Berhasil tidaknya suatu organisasi dalam mewujudkan tujuan yang
telah ditetapkan, sangat bergantung pada kualitas dan kuantitas sumber
daya manusia yang dimilikinya. Karena begitu pentingnya faktor sumber
daya manusia itu, maka sudah semestinya apabila organisasi memberikan
perhatian yang serius terhadap kemampuan sumber daya manusia dalam
menunjang pencapaian tujuan organisasi. Salah satu usaha yang telah
dilakukan Polri dalam memperoleh sumber daya manusia yang
berkualitas adalah dengan mengadakan pelaksanaan proses seleksi.
Dengan diadakannya proses seleksi tersebut, organisasi berharap akan
memperoleh anggota Polri yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan
serta dengan penempatan yang sesuai diharapkan para anggota Polri
dapat memberikan hasil kerja yang baik.
Berdasarkan pemikiran di atas, maka penulis mencoba melakukan
penelitian di Satuan Brimob Polda Metro Jaya yang hasilnya dituangkan
dalam bentuk skripsi dengan judul: “PENGARUH SELEKSI TERHADAP
PENEMPATAN ANGGOTA POLRI PADA SATUAN BRIMOB POLDA
METROPOLITAN JAKARTA RAYA”. Dalam penulisan skripsi ini, ruang
lingkup dibatasi pada pembahasan mengenai hubungan pelaksanaan seleksi
dengan kesesuaian penempatan anggota Polri. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui pelaksanaan seleksi, penempatan anggota Polri pada
Satuan Brimob Polda Metropolitan Jakarta Raya dan seberapa kuat
hubungan antara pelaksanaan seleksi dengan kesesuaian penempatan
anggota Polri.
Dalam penelitian skripsi ini, metode penelitian yang digunakan adalah
metode korelasional dimana dalam penelitian ini akan dicari pengaruh antara
pelaksanaan seleksi (variabel x) dengan kesesuaian penempatan anggota
Polri (variabel y).Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan analisis
statistik korelasi rank spearman dan menggunakan tabel distribusi t.
Berdasarkan hasil analisis dan pengukuran, menurut
responden, pelaksanaan seleksi yang dilakukan Polri sudah baik, ini terlihat
dari semua komponen yang diteliti mengenai proses seleksinya, tes psikologi,
tes pengetahuan, tes kesehatan serta wawancara semuanya menghasilkan
kriteria baik. Dalam pelaksanaan penempatan di Satuan Brimob Polda Metro
Jaya, masih didapati anggota Polri pada Satuan Brimob Polda Metropolitan
Jakarta Raya yang merasa kurang sesuai antara pendidikan dan pengalaman
kerja yang dimilikinya dengan penempatan kerja yang diberikan
kepadanya. Namun begitu jika dinilai secara keseluruhan maka
pelaksanaan penempatan yang dilakukan oleh Satuan Brimob POLDA
Metropolitan Jakarta Raya adalah baik. Hasil perhitungan statistik
mengenai koeifisien korelasi dengan menggunakan korelasi rank
7
spearman menunjukkan adanya korelasi/hubungan atau pengaruh
yang cukup kuat antara pelaksanaan seleksi dengan kesesuaian
penempatan anggota Brimob Polri (rs = 0,64). Sedangkan dari hasil uji
statistik dan perhitungan koefisien determinasi dapat diketahui bahwa
kontribusi pelaksanaan seleksi terhadap kesesuaian penempatan
anggota Brimob Polri sebesar 40,96%, sedangkan sisanya yaitu
sebesar 59,04% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
Ada beberapa saran yang dapat peneliti sampaikan dalam penelitian ini,
yaitu: pertama, Untuk penarikan calon anggota POLRI, sebaiknya
dicoba untuk menggunakan sumber penarikan dari lembagalembaga
pendidikan. Sehingga dapat memanfaatkan referensi atau
rekomendasi dari pemimpin lembaga pendidikan mengenai calon yang
memenuhi kualifikasi yang tepat untuk mengisi posisi/jabatan yang
kosong di organisasi. Calon anggota POLRI yang mendapat
rekomendasi dari pemimpin lembaga pendidikan pada umumnya
merupakan calon anggota POLRI yang mempunyai prestasi akademik
yang baik dan mempunyai kepribadian yang dinilai baik selama mereka
menempuh pendidikan di lembaga pendidikan tersebut.
Kedua, supaya tidak terjadi masalah mengenai ketidaksesuaian
antara pekerjaan yang diperoleh oleh anggota POLRI dengan
pendidikan dan pengalaman kerja yang dimilikinya, maka sebaiknya
Satuan Brimob POLDA Metropolitan Jakarta Raya perlu mengadakan
program analisis penempatan dan analisis jabatan anggota POLRI serta
program orientasi yaitu dimana program tersebut bertujuan untuk
menyesuaikan kebutuhan jabatan dengan pendidikan anggota POLRI
serta untuk memperkenalkan para anggota baru dengan peranan atau
pekerjaan yang akan mereka lakukan, dan tidak hanya untuk anggota
baru saja tetapi bagi anggota POLRI lama yang dipindah pada
pekerjaan/jabatan yang berbeda tentunya harus dilakukan juga program
tersebut, karena dalam hal ini anggota lama pun apabila dipindah pada
pekerjaan baru akan merasa sulit menyesuaikan diri atau merasa tidak cocok
dengan pekerjaan barunya. Oleh karena itu, para anggota POLRI yang baru
ataupun yang lama harus diberikan program tersebut agar para anggota
POLRI dapat mengatasi keraguan-raguannya dan menimbulkan rasa percaya
diri dalam melakukan pekerjaannya sesuai TUPOKSI masing-masing.
Tidak tersedia versi lain