Skripsi
Analisis Pemberdayaan Masyarakat Dalam Program Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua dan Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang
Pembangunan inklusif yang berpusat pada manusia (people-centered development) dalam kerangka RPJPN 2025?2045 menuntut keterlibatan aktif masyarakat, termasuk perempuan, sebagai subjek pembangunan. Dalam konteks ini, perempuan kerap menjadi kelompok yang kurang mendapat ruang, termasuk dalam sektor pertanian. Kelompok Wanita Tani (KWT) hadir sebagai salah satu wadah pemberdayaan perempuan berbasis komunitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan proses serta capaian pemberdayaan anggota KWT Bencongan Indah di Kelurahan Bencongan Indah, Kecamatan Kelapa Dua dengan KWT Melati di Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Analisis dilakukan menggunakan dimensi pemberdayaan masyarakat Mardikanto dan Soebiato melalui empat aspek yakni bina manusia, bina usaha, bina lingkungan, dan bina kelembagaan, serta didukung Gender Empowerment Framework Longwe. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data digali melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen dengan informan yang dipilih secara purposive sampling, meliputi pihak dinas terkait, penyuluh pertanian, pihak kelurahan, serta pengurus dan anggota kedua KWT. Temuan penelitian menunjukkan kedua KWT telah memberikan ruang bagi perempuan untuk aktif dalam kegiatan produktif dan memanfaatkan lahan terbatas melalui urban farming. Namun pemberdayaan yang berjalan di kedua lokus masih menghadapi kendala yang relatif serupa, yaitu keterbatasan akses pembinaan, pengembangan usaha, pemerataan partisipasi anggota, serta kemandirian tata kelola kelembagaan. Berdasarkan tingkatan Longwe, KWT Bencongan Indah maupun KWT Melati Binong berada pada fase transisi ke tingkat partisipasi dan belum mencapai tingkat kontrol.
Tidak tersedia versi lain