Tesis
Evaluasi Pemanfaatan Dana Desa dalam Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem (Studi Kasus di Wilayah Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor)
Pencapaian target nol persen kemiskinan ekstrem nasional pada akhir 2024 masih menghadapi kendala regulasi dan implementasi. Fenomena ini tercermin di Desa Cileuksa, Kabupaten Bogor, yang terjebak dalam "Paradoks Bogor" berupa bertahannya kantong kemiskinan di tengah pertumbuhan ekonomi daerah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas BLT-Dana Desa terhadap konsumsi Kelompok Penerima Manfaat (KPM) kemiskinan ekstrem, serta membedah faktor struktural penyebab perangkap kemiskinan tersebut. Secara metodologis penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan desain Sekuensial Eksplanatoris. Fase kuantitatif menguji data sekunder melalui analisis regresi linear. Fase kualitatif mendalami konteks implementasi melalui wawancara dan observasi berdasarkan model kebijakan publik Merilee S. Grindle dan Martin Ravallion, yang divalidasi menggunakan teknik triangulasi data. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan BLT-Dana Desa tidak dapat menjelaskan variabilitas konsumsi antar-rumah tangga karena nominal bantuan yang seragam, meski secara riil tetap krusial sebagai bantalan ekonomi dasar. Sementara itu, analisis kualitatif membuktikan keberadaan perangkap kemiskinan geografis (geographic poverty trap). Dana bantuan habis untuk konsumsi jangka pendek akibat rendahnya produktivitas modal yang tertekan oleh isolasi fisik, kerentanan ekologis pasca-bencana, serta lemahnya tata kelola pembersihan data penargetan di tingkat pemerintahan desa. Kesimpulan menunjukkan BLT-Dana Desa efektif sebagai jaring pengaman instan, namun gagal menggraduasi KPM secara struktural. Rekomendasi yang dimungkinkan berupa reformulasi Alokasi Dana Desa yang adaptif serta transformasi skema bantuan menuju pemberdayaan ekonomi produktif berbasis karakteristik wilayah
Tidak tersedia versi lain