Tesis
Model Penyelenggaraan Pelatihan Teknis Bagi Pejabat Fungsional Penata Kehakiman di Komisi Yudisial
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan penyelenggaraan pelatihan teknis bagi Pejabat Fungsional Penata Kehakiman (JFPK) di Komisi Yudisial RI serta merumuskan model penyelenggaraannya. Latar belakang penelitian ini didasari oleh belum optimalnya pelaksanaan program pelatihan teknis yang berdampak pada kesenjangan kompetensi fungsional Penata Kehakiman dalam melaksanakan tugasnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui telaah dokumen dan wawancara mendalam terhadap 10 informan yang terdiri dari Sekretaris Jenderal, pengelola kepegawaian, mitra eksternal, Para Ketua Tim, dan perwakilan peserta pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan manajemen puncak (Sekretaris Jenderal) sudah sangat optimal melalui penyediaan anggaran dan dukungan kebijakan. Namun, faktor komitmen penyelenggara (spesialis dan generalis) belum optimal karena ketiadaan Standar Kompetensi Jabatan (SKJ) yang baku, kurangnya tenaga Widyaiswara internal, dan tahap evaluasi yang baru mencapai tingkat reaksi dan belum menyentuh evaluasi perubahan perilaku atau dampak. Pemanfaatan teknologi seperti Learning Management System (LMS) sudah diinisiasi dengan baik, namun masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia pengelola dan infrastruktur. Selain itu, gaya belajar peserta belum diidentifikasi secara formal, sehingga metode pelatihan masih sangat didominasi oleh metode ceramah teori. Sebagai solusi perbaikan, penelitian ini menawarkan model penyelenggaraan pelatihan teknis berbasis metode ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Model ini secara khusus menekankan pada analisis kebutuhan berbasis SKJ, adaptasi kurikulum terhadap perkembangan teknologi (seperti Kecerdasan Buatan/AI), penerapan metode yang mengakomodasi gaya belajar peserta, dan evaluasi komprehensif berjenjang level 1-4 Kirkpatrick yang melibatkan partisipasi aktif Para Ketua Tim (Para Katim).
Tidak tersedia versi lain