Tesis
Strategi Pengembangan Kompetensi Aparatur SIpil Negara Pada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Dalam Meningkatkan Layanan Kebahasaan
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur apa saja yang menjadi kendala atau hambatan dalam melaksanakan pengembangan kompetensi dan medeskripsikan strategi mengatasi hambatan pengembangan kompetensi ASN di Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada narasumber strategis, ahli, dan manajer serta melakukan telaah dokumen. Dalam penelitian menyajikan analisis terhadap kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman Badan Bahasa sebagai dasar visibilitas penelitian. Hasil penelitian ditemukan beberapa faktor hambatan dalam memberikan layanan kebahasaan dan faktor penghambat dalam pengembangan kompetensi ASN Badan Bahasa. Temuan faktor penghambat pengembangan kompetensi adalah kesadaran individu dalam pengembangan diri, ketersediaan anggaran, metode pengembangan kompetensi, belum tersedia rencana induk pengembangan kompetensi, pelaksanaan manajemen talenta, demotivasi pegawai, awareness, pegawai tidak engage, regulasi pengembangan kompetensi, dan formulasi evaluai atas pelaksanaan pengembangan kompetensi belum dilaksanakan dengan baik. Untuk menanggulangi hambatan layanan kebahasaan dan hambatan pengembangan kompetensi tersebut diperlukan strategi berkesinambungan dan model pengembangan kompetensi kebahasaan guna meningkatkan layanan kepada masyarakat.
Tidak tersedia versi lain