Tesis
Strategi Rekrutmen Pegawai Tidak Tetap (PTT) Berbasis Generative Artificial Intelligience di Universitas Indonesia
Universitas Indonesia (UI), sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) terkemuka, menghadapi tantangan strategis dalam proses rekrutmen Pegawai Tidak Tetap (PTT) yang mencapai 46% dari total SDM. Proses rekrutmen yang ada saat ini memakan waktu rata-rata 91 hari, jauh melampaui standar industri dan berisiko menurunkan daya saing universitas dalam merebut talenta terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi adopsi Generative Artificial Intelligence (GenAI) guna mengatasi inefisiensi tersebut. Dengan menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, penelitian ini menganalisis tingkat kesiapan UI melalui kerangka Technology-Organization-Environment (TOE) dan Technology Acceptance Model (TAM), serta memetakan faktor pendorong dan penghambat implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UI memiliki kesiapan moderat, dengan kekuatan pada dukungan pimpinan dan otonomi kelembagaan, namun menghadapi kelemahan pada aspek teknis seperti arsitektur sistem informasi yang usang dan kualitas data yang belum terstruktur. Faktor pendorong utama adalah tekanan operasional untuk efisiensi, sementara resistensi staf dan risiko kepatuhan terhadap Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) menjadi penghambat utama. Berdasarkan analisis TOWS, penelitian ini merekomendasikan strategi Sistem Hibrida dengan Human-in-the-Loop (HITL) yang diimplementasikan melalui peta jalan (roadmap) 36 bulan. Strategi ini mengintegrasikan GenAI sebagai middleware pada sistem yang ada, bukan menggantikannya secara total, dengan penekanan kuat pada tata kelola data, mitigasi bias algoritmik, dan manajemen perubahan. Penelitian ini berkontribusi dengan menyediakan kerangka kerja praktis bagi institusi pendidikan tinggi untuk mengadopsi teknologi AI secara bertanggung jawab dan efektif.
Tidak tersedia versi lain