Skripsi
Analisis Potensi Financial Distress Badan Usaha Milik Negara di Bursa Efek Indonesia Menggunakan Metode Altman Z’’-Score Periode 2020–2024
Implementasi kebijakan kearsipan digital di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi merupakan upaya strategis untuk meningkatkan pengelolaan arsip dan akses informasi hukum, namun hingga saat ini pelaksanaannya belum optimal akibat kendala komunikasi antarunit, keterbatasan sumber daya, disposisi pelaksana yang bervariasi, serta kompleksitas struktur birokrasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi implementasi kebijakan kearsipan digital serta merumuskan strategi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, pengumpulan data melalui wawancara mendalam dengan informan dari unit-unit terkait, observasi, dan analisis dokumen kebijakan, serta analisis data menggunakan kerangka teori Edward III, analisis SWOT, dan Matrix Multiple Criteria Analysis (MCA) untuk menentukan strategi prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas implementasi dipengaruhi oleh kualitas komunikasi, ketersediaan sumber daya manusia dan teknologi, motivasi pelaksana, dan struktur birokrasi yang mendukung koordinasi. Berdasarkan analisis SWOT dan MCA, strategi yang direkomendasikan mencakup penguatan kapasitas SDM dan integrasi sistem informasi sebagai prioritas jangka pendek, standardisasi prosedur kearsipan digital untuk jangka menengah, serta pengembangan sistem layanan arsip terintegrasi secara nasional sebagai strategi jangka panjang. Kesimpulannya, penerapan strategi yang sistematis dan berbasis analisis empiris akan meningkatkan keberhasilan implementasi kebijakan kearsipan digital di lingkungan kementerian secara berkelanjutan.
Tidak tersedia versi lain