Skripsi
Pengembangan Sumber Daya Manusia Peneliti Pada Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian
Badan Litbang Pertanian merupakan Badan pelaksana di bidang penelitian dan pengembangan yang berkedudukan dibawah Menteri Pertanian. Adapun Badan Litbang mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang pertanian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sejauhmana Pengembangan SDM Peneliti Pada Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian ditinjau dari aspek program diklat dan non diklat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknis pengumpulan datanya menggunakan wawancara dan Observasi. Selanjutnya instrument penelitiannya adalah menggunakan pedoman wawancara dan Obserasi.
Adapun temuan-temuan/hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Program Diklat
Program diklat yang dilaksanakan untuk peneliti dan calon peneliti sudah cukup efektif, hal ini bisa diliat dari penyelenggara Diklat dilaksanakan oleh Instansi Pembina Peneliti yaitu Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Yang menyebabkan peneliti dibebaskan sementara bahkan diberhentikan dari jabatan fungsional penelitinya yaitu dikarenakan produktivitas Karya Tulis Ilmiah para peneliti rendah, selain itu timework peneliti di puslit-puslit dan Balai-balai belum berjalan dengan baik, serta dikarenakan oleh para peneliti terlalu sibuk dengan tugas yang lain.
2. Non Diklat
Pengembangan SDM peneliti melalui program non diklat sudah cukup efektif artinya Badan Litbang telah melakukan perencanaan dengan baik melalui pola karier fungsional peneliti. Kemudian kita juga melakukan pelatihan-pelatihan lain seperti penulisan karya tulis ilmiah. Begitupula promosi yang diberikan juga sudah cukup obyektif berdasarkan kompetensi seperti untuk jenjang jabatan peneliti, Adapun untuk promosi ke jabatan jabatan struktural pimpinan badan litbang pertanian juga memberikan kesempatan promosi kepada SDM Peneliti yang dipandang memiliki
kinerja yang baik. Begitupula mengenai rotasi dan mutasi sudah di rencanakan dengan baik dalam hal ini badan litbang pertanian mengembangkan program deta sharing.
Dari hasil temuan-temuan/hasil penelitian, penulis menyimpulkan :
1. Program Diklat
Program diklat yang dilaksanakan untuk peneliti dan calon peneliti Badan Litbang Pertanian sudah cukup efektif artinya Badan Litbang telah melakukan diagnosis terhadap Kebutuhan, perancangan, pelaksanaan, dan Penilaian Diklat.
2. Non Diklat Pengembangan SDM peneliti melalui program non diklat sudah cukup efektif artinya Badan Litbang Pertanian telah melakukan penyusunan pola karir melalui Promosi, Rotasi, dan Mutasi bagi Pejabata fungsional Peneliti.
Dari hasil temuan-temuan/hasil penelitian, penulis menyarankan :
1. Program Diklat
Untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peneliti Badan Litbang
Pertanian perlu menambah volume penyelengaraan diklat-diklat yang sifatnya teknis,
selain itu tidak hanya materi terkait dengan penelitian saja, Selain itu Badan Litbang
Pertanian harus sering melakukan Sosialisasi tentang perkembangan peraturanperaturan
Jabatan Fungsional Peneliti.
2. Non Diklat
Perlu disusun pola karir yang lebih jelas terhadap pejabat fungsional peneliti,
serta perlu adanya pemberian kesempatan promosi yang sama kepada setiap pegawai
baik promosi jabatan fungsional maupun struktural, dan Badan Litbang Pertanian
agar meningkatkan program deta sharing untuk meningkatkan kompetensi Peneliti.
Tidak tersedia versi lain